Pengertian, Faktor, Dan Karakter White collar crime

Wednesday, May 30th, 2018 - Hukum Pidana, Hukum Pidana Ekonomi

 

PENGERTIAN

 

White collar crime (kejahatan kerah putih) adalah berbeda dengan kejahatan konvensional yang melibatkan para pelaku jalanan (street crime, blue collar crime, blue jenas crime). Pihak yang terlibat dalam white collar crime (WCC) adalah mereka yang merupakan orang-orang  terpandang di masyarakat dan biasanya berpendidikan tinggi. Modus operandi dalam WCC ini seringkali memepergunakan cara-cara yang canggih, dan bahkan bercampur baur dengan teori-teori di bidang ilmu pengetahuan, seperti akunting dan statistik.

 

Black’s Law Dictionary menerangkan bahwa “white collar crime is a nonviolent crime usu. involving cheating or dishonesty in commercial matters, i.e. include fraud, embezzlement, bribery, and insider trading”.

 

Motif suatu WCC umumnya untuk mencari keuntungan finansial dan mendapat jabatan pemerintahan.

 

White collar crime adalah suatu perbuatan (atau tidak berbuat) dalam kejahatan yang bersifat khusus yang bertentangan dengan hukum pidana dan ketentuan hukum lainnya, dilakukan oleh pihak profesional, baik individu, organisasi atau sindikat kejahatan yang terorganisasi, maupun badan hukum.

 

 

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI WCC

 

Data menunjukkan bahwa:

  1. kumulasi dari nilai uang yang terlibat dalam kejahatan yang tergolong WCC jauh lebih besar dari jumlah uang yang terlibat dalam kejahatan konvensional;
  2. hukuman penjara pelaku kejahatan konvensional jauh lebih sering daripada pelaku WCC. 91% dari pelaku kejahatan konvensional masuk penjara, sementara hanya 17% dari pelaku WCC yang masuk penjara;
  3. Hukuman penjara bagi pelaku kejahatan konvensional jauh lebih berat dibandingkan hukuman penjara bagi pelaku kejahatan WCC.

 

Hal-hal tersebut terjadi karena beberapa faktor berikut:

  1. Pelaku WCC memiliki banyak uang, sehingga memungkinkan pelakunya untuk menyewa pengacara besar;
  2. Kecenderungan konspirasi dengan lembaga peradilan. Penyidik, penuntut, dan hakim dapat dibayar, karena tidak ada independensi dan komitmen yang kuat dari lembaga-lembaga tersebut;
  3. Dampak WCC kepada korban individual biasanya tidak terlalu besar, namun dampak kepada masyarakat secara keseluruhan cukup besar. Sedangkan kejahatan konvensional sangat besar dampaknya terhadap individual, misal pembunuhan, perampokan, dll.;
  4. Menangkap pelaku WCC jauh lebih sulit dibanding pelaku kejahatan konvensional.

 

KARAKTERISTIK

 

Beberapa hal berikut merupakan ciri atau karakteristik dari WCC:

  1. Pelakunya adalah orang-orang terpandang yang termasuk ke dalam kelompok kelas menengah ke atas;
  2. Penggunaan teknologi canggih. Misalnya, pelakunya menggunakan komputer, telepon seluler, internet, perdagangan/transaksi elektronik, dll. Sedangkan penegak hukumnya juga biasanya menggunakan teknologi canggih pula, misalnya, metode sidik jari, laser, rekaman video rahasia, tes DNA, analisis rambut, sadap telepon, satelit pengintai, dll.;
  3. Penggunaan ilmu dan profesi yang canggih. Misalnya menyewa lawyer yang terampil dalam menggunakan celah-celah hukum untuk menyelamatkan kliennya, akuntan publik yang bersedia untuk merekayasa laporan keuangan dan dokumen akuntansinya/pembukuan perusahaan;
  4. Perbuatan WCC dapat merupakan tindak pidana ataupun bukan merupakan tindak pidana;
  5. Perbuatan WCC dapat merupakan perbuatan yang dilakukan untuk kepentingan pribadi ataupun untuk kepentingan perusahaannya;
  6. WCC seringkali dapat ditutupi oleh prinsip dan kewajiban menjaga kehasiaan. Misalnya dalam hubungan dokter-pasien, lawyer-klien, bank-nasabah, dll.;
  7. Motif WCC dapat merupakan upaya untuk mendapatkan uang ataupun jabatan tertentu;
  8. Seringkali perbuatan WCC bukan perbuatan yang sekali jadi, namun serangkauan perbuatan yang dilakukan serial, dan bahkan terus menerus;
  9. Aftermath (dampak buruk yang luar biasa) dari WCC biasanya berkaitan dengan aspek-aspek keuangan, kesehatan, dan keamanan dalam masyarakat;

WCC terselubung yang terjadi di bidang medis, baik yang dilakukan di sebuah rumah sakit maupun yang dilakukan oleh dokter yang menanganinya