Pengertian dan Sistem Teori Perundang-Undangan

Sunday, May 6th, 2018 - Teori Perundang-undangan
  • Menurut Hamid s atamani Teori perumdang-undangan adalah cabang sisi dari ilmu pengetahuan perundang-undangan yang bersifat kognitif dan berorientasi kepada mengusahakan kejelasan dan kejernihan pemahaman khususnya pemahaman yang bersifat dasar di bidang perundang-undangan.
  • System hukum
    1. hukum tertulis erofa continental (codified law system )
    2. tidak tertulis anglo saxon (casus law system)
  • ciri –ciri erofa continental
    1. bangunan system hukum bersumber pada hukum tertulis dan di kodifikasikan
    2. pembentukan hukum terencana
      • ciri-ciri anglo saxon
        1. bangunan hukum bersumber pada hukum tidak tertulis yang terbentuk pada putusan-putusan hakim berkembang dari kasus-kasus kongkrit dan berkembang menjadi kaedah-kaedah hukum oleh karena itu di sebut case law sistem
          • indonesia menganut hukum tertulis karena
            1. lebih menjamin kepastian hukum (rechtszekerheid)di bandingkan hukum tidak tertulis
            2. membentuk hukum tertulis lebih mudah dan dapat di rencanakan hukum tertulis tidak dapat di rencanakan
            3. hukum tertulis merupakan instrumen atau alat untuk pembaharuan hukum yang sudah tidak sesuai lagi.
            4. struktur dan sistematikanya hukum tertulis itu lebih jelas,sehingga lebih mudah untuk di periksa dan di uji .
              • menurut bagirmanan peraturan perundang-undangan adalah keputusan tertulis negara/pemerintah yang berisi petunjuk atau pola tingkah laku yang bersifat dan mengikat secara umum
              • ciri-ciri peraturan perundang-undangan
                1. tertulis
                2. dibuat oleh pejabat yang berwenang
                3. berisi pengaturan pola tingkah laku
                4. bersama mengikat secara umum
                  • keputusan tertulis negara/pemerintah
                5. peraturan perundang-undanagan (bersifat abstrak umum)
                6. keputusan (beshiking)(bersifat kongkrit individual )
TAP MPRS no XX/1966 TAP MPR no III /2000 UU no 10 / 2004
  1. UUD 45
  2. TAP MPR
  3. UU/PERPU
  4. PP
  5. KEPRES
  6. PERMEN
  7. instruksi menrtri
1. pa      UUD 45

2.      TAP MPR

3.      UU

4.      PERPU

5.      kepres

6.      perda

1.      UUD 45

2.      UU/PERPU

3.      PP

4.      perpres

5.      perda

  • UU organic adalah undang-undang yang di bentuk atas dasar UUD contoh UU no 32 2004
  • UU non organik adalah undang-undang yang tidak di perintahkan oleh UUD
  • UU dalam arti formal adalah UU yang dibuat oleh badan legislative dan di beri bentuk UU
  • UU dalam arti materil adalah segala peraturan yang di buat oleh badan atau pejabat yang memiliki fungsi legislative yang isinya bersifat dan mengikat secara umum.
  • UU formal adalah UU yang bersifat menetapkan yang di suruh oleh UUD
  • Hans naviasky membedakan 4 norma hukum
    1. norma fundamental Negara (staat fundamental norm)EX pancasila
    2. aturan-aturab dasar negara (staat grundsgezet)EX UUD
    3. formal gezet(UU dalam arti formal)
    4. peraturan pelaksanaan serta peraturan otonom (venordming autonosatzung)EX kepres dan PP
      • otonom adalah peraturan yang dibuat oleh pejabat administrasi negara sendiri
      • produk hukum negara /pemerintah
        1. peraturan perundang-undangan
        2. keputusan tata usaha negara
        3. beleidrege (peraturan kebijakan)
          • beleidrege adalah keputusan tertulis administrasi negara yang berisi aturan-aturan yang di tujukan untuk mengatur secara intern walaupun mengikat bagi umum yang terkait.
Fungsi internal Fungsi eksternal
1.      fungsi penciptaan hukum /rechtchipping EX putusan hakim,kebiasaan yang tumbuh dalam masyrakat.

2.      fungsi pembaharuan hukum (law reform)EXInstrumrn dalam rangka law reform.

3.      fungsi integrasi pluralis sistem hukum

4.      fungsi kepastian hukum /sarana kepastian hukum

 

1.      fungsi perubahan pola tingkah laku masyarakat.

2.      fungsi stabilisasi

3.      fungsi kemudahan ,contoh memberi keringanan pajak

  • landasan peraturan perundang-undangan
  1. umum
  2. khusus
    • landasan umum
      1. filosofi dilandaskan pada rechtsidee(cipta hukum)ng mereka harapkan dari hukum ,nilai luhur,etika,susila,bernegara
      2. yuridis landasan hukum yang menjadi dasar peraturan perundang-undangan

aspek-aspeknya

  • dasar hukum penerbitannya
  • dasar hukum kewenangan
  • dasar tata cara pembentukannya
  • dasar logika yuridis

4 landasan yang sangat penting

  • menunujukan pejabat yang berwenang (kalau tidak ada wewenang nietigvanrechtwege batal demi hukum.
  • Menunjukkan bentuk/jenis peraturan perundangan-undanagan dengan materi yang harus diaturnya (dapat dibatalkan/vermetigbaar)
  • Menunjukan prosedur dan tata cara tertentu
  • Menunjukan adanya konsekuensi yuridis bahwa peraturan perundangan hendak dibuat itu tidak boleh bertentangan dengan peraturan dasarnya/lebih tinggi.

3.sosiologi  adalah landasan yang mencerminkan kenyataan yang hidup dalam masyrakat /nilai budaya yang berlaku dalam masyarakat.

4.landasan teknis perancangan yang baik

  • Kejelasan arti
  • Kejelasan rumusannya
  • Kejelasan tafsirannya
  • Kejelasanperistilahan dan sistimatikanya.
    1. landasan politis adalah garis kebijaksanaan politis dari pemerintahan yang sedang berkuasa.

 

Kelebihan hukum tertulis Kelemahan hukum tertulis
1.      mudah di kenali atau di indentifikasi sehingga mudah di temukan kembali

2.      mudah di kodifikasi maupun kompilasi

3.      mempunyai bentuk atau format tertentu yang dapat di bakukan

4.      memberikan kepastian hukum karena otentisnya terjamin

 

1.      sulit menyesuaikan dengan perkembangan zaman sehingga terasa kaku.

2.      untuk mengubah memerlukan tata cara tertentu sehingga membutuhkan waktu yang relatif lama

 

Kelebihan hukum tidak tertulis Kekurangan hukum tidak tertulis
1.      fleksibel ,mudah menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman

2.      perubahan tidak memerlukan tata cara tertentu sehingga tidak memerlukan waktu yang lama

1.susah di kenali dan di identifikasi

2.tidak dapat di kodifikasi dan di kompilasi

3.susah di bakukan karena tidak mempunyai bentuk tertentu

4.kurang memberikan kepastian hukum

  • pemakaian peraturan perundang-undangan sebagai sendi utama sistem hukum nasional karena
  1. sistem hukum indonesia lebih menampakan sistem hukum erofa kontinental yang mengutamakan bentuk hukum tertulis
  2. politik pembangunan hukum nasional mengutamakan penggunaan peraturan perundang-undangan sebagai instrumen utama.
    • Wettelijkdregeling adalah peraturan perundang-undangan mengikat secara umum artinya tidak ditujukan kepada individu.
    • Wet in materiele zin adalah segala peraturan yang di buat oleh badan atau pejabat yang memiliki fungsi legislative yang isinya bersifat dan mengikat secara umum.
Dalam arti materil Dalam arti formal
Undang-undang adalah setiap keputusan tertul;is yang di keluarkan oleh pejabat berwenang yang berisi aturan tingkahlaku yang berifat atau mengikat secara umum Undang-undang adalah keputusan tertulis sebagai hasil kerjasama antara pemegang kekuasaan eksekutif dan legislatif yang berisi aturan tingkahlaku yang bersifat atau mengikat secara umum.
  • Norma-norma
    1. hukum
    2. sopan santun
    3. kesusilaan
    4. kepercayaan agama
      • asas peraturan perundang –undangan soejono sutanto
        1. UU tidak berlaku surut
        2. UU yang di buat oleh penguasa yang lebih tinggi mempunyai kedudukan yang lebih tinggi pula
        3. lex specialis lex generalis
        4. lex postenore derogat lex priori(UU yang berlaku belakangan membatalkan UU yang berlaku terdahulu
        5. UU sebagai sarana untuk semaksimal mungkin dapat mencapai kesejahtraan spiritual dan material bagi masyarakat maupun individu
          • Asas peraturan perundang-undangan no 10 tahun 2004
            1. kejelasan tujuan ‘
            2. kelembagaan atau organ pembentukan yang tepat
            3. kesesuaian antara jenis dan materi muatan
            4. dapat dilaksanakan
            5. kedayagunaan dan kehasil gunaan
            6. kejelasan rumusan
            7. keterbukaan
Asas formal Asas materil
1.      asas tujuan yang jelas

2.      asasorgan/lembaga yang teoat

3.      asas perlunya peraturan

4.      asas dapat dilaksanakan

5.      asas konsensus

i.      asas terminology dan sistematik yang benar

ii.      asas dapat dikenali

iii.      asas perlakuan yang sama di dalam hukum

iv.      asas kepastian hukum

v.      asas pelaksanaan hukum sesuai dengan keadaan individu.

 

  • Peranan system hukum
    1. latarbekang historis bahwa system hukum Indonesia tergolong dalam system hukum continental yang lebih mengutamakan peraturan perundang-undangan
    2. kecenderungan umum di dunia makin pentingnya peranan peraturan perundang-undangan
    3. keadaan khusus indonesia baik dilihat dari keaneka ragaman hukum yang berlaku denga adanya aturan dapat mengakumulasikan hal-hal tersebut
    4. masih banyak produk hukum zaman belanda yang masih berlaku tetapi secara subtansi sudah tidak sesuai lagi dan perlu di tetapkan penggantinya
    5. politik hukum nasional menghendaki berperannya peraturan perundang-undangan sebagai sarana pembaharu untuk menunjang pembangunan nasional