PERTANGGUNG JAWABAN PIDANA TERHADAP PENGEDAR DAN PEMAKAI MAGIC MUSHROOM DI TINJAU DARI UNDANG-UNDANG NOMOR 35 TAHUN 2009 TENTANG NARKOTIKA

Monday, April 30th, 2018 - Contoh Skiripsi Hukum

ABSTRAK

Narkotika adalah salah satu jenis zat berbahaya bagi manusia. Di dalam perkembangannya penyalahgunaan zat-zat itu di lihat sangat menghawatirkan. Zat adiktif misalnya, zat adiktif adalah zat-zat yang dapat membuat pemakainya kecanduan (adiksi). Kecanduan adalah suatu keadaan fisik (jasmani) maupun nonfisik (psikologis). Dalam perkembangannya narkotika ditemukan jenis-jenis baru yang kadang tidak diketahui oleh masyarakat. Seperti magic mushroom, sejenis jamur yang tumbuh di kotoran hewan atau yang biasa disebut mushroom, magic mushroom, atau psilocybin mushroom termasuk dalam zat aktif narkotika golongan I yang diatur dalam Undang-Undang Narkotika Nomor 35 Tahun 2009. Apakah Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika mengatur ancaman sanksi pidana kepada seseorang yang melakukan perbuatan penyalahgunaan narkotika magic mushroom dan Bagaimana bentuk pertanggung jawaban pidananya

Tujuan Penelitian untuk memahami serta mengkaji Undang-Undang No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dalam mengatur mengenai ancaman pidana kepada seseorang yang melakukan perbuatan penyalahgunaan magic mushroom dan mengetahui pertanggung jawaban pidana terhadap pengedar magic mushroom.

Metode Penelitian ini menggunakan metode hukum normatif (yuridis normatif) dengan menggunakan data sekunder berbahan hukum primer, sekunder dan tersier. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara kwalitatif. Spesifikasi penilitian yang digunakan adalah deskriptif analisis yaitu menggambarkan secara komperhensif bagaimana Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dalam mengatur mengenai ancaman pidana kepada seseorang yang melakukan perbuatan penyalahgunaan magic mushroom dan mengetahui pertanggung jawaban pidana terhadap pengedar magic mushroom

Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika telah menegaskan bahwa siapapun yang melakukan tindakan penyalahgunaan narkotika maka diancaman dengan sanksi pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 114 dan 116 dengan ancaman pidana penjara paling sedikit lima tahun dan paling lama lima belas tahun,dan berhak mendapatkan rehabilitasi. Namun penyalahgunaan magic mushroom yang merupakan narkotika jenis baru tidak dapat diterapkan karena Indonesia menganut asas legalitas. Sedangkan magic mushroom yang merupakan narkotika golongan I yang tidak dicantumkan dalam lampiran Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dan Bagi para pengedar magic mushroom Pasal 114 ayat (1) Undang-Undang Nomor. 35 tahun 2009 tentang narkotika yang memberikan ancaman bagi siapa saja yang melanggarnya Narkotika Golongan I maka dia wajib mempertanggungjawabkan perbuatanya secara hukum dengan di pidana penjara paling singkat 6 (enam) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun.